Minggu, 07 Januari 2018

INTEGRASI SISTEM INFROMASI MANAJEMEN



MAKALAH
INTEGRASI SISTEM INFROMASI MANAJEMEN



Disusun Oleh :

NAMA       : MUHAMMAD ROZIKIN
NIM           : 2115R1075
JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA



STMIK HIMSYA SEMARANG
TAHUN AJARAN 2017


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Integrasi Sistem Informasi Manajemen.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segara saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Integrasi Sistem Informasi Manajemenini dapat memberikan manfaat terhadap pembaca.




Semarang, 1 November 2016


Penyusun




DAFTAR ISI

Kata pengantar ........................................................................................................  i...........
Daftar isi ................................................................................................................  ii
Bab I. Pendahuluan ................................................................................................. 1
1.1 Latar belakang ...........................................................................................  1
1.2 Rumusan masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan pembahasan ...................................................................................  1
Bab II. Pembahasan ................................................................................................ 2
2.1 Sistem......................................................................................................... 2
2.2 Integrasi sistem.......................................................................................... 3
2.4 Sistem Informasi Manajemen..................................................................... 4
2.5 Integrasi Sistem Informasi Manajemen .....................................................  5
2.6 Contoh Integrasi Sistem Informasi Manajemen......................................... 6
Bab III. Penutup ..................................................................................................... 9
3.1 Simpulan ..................................................................................................... 9
3.2 Saran ........................................................................................................... 9
Daftar pustaka ....................................................................................................... 10














BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Pemahaman tentang integrasi system Integrasi merupakan pembauran sehingga menjadi kesatuan yang utuh sedangkan sistem merupakan perangkat atau unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ).
Defenisi lain mengenai sistem adalah suatu susunan teratur atau konsepsi yang saling tergantung. Menurut kamus Webster’s Unabridged, sistem merupakan elemen elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.
Kesimpulan mengenai defenisi integrasi sistem yaitu pembauran atau hubungan antara satu sistem dengan sistem yang lain yang saling berkaitan. Integrasi sistem informasi manajemen merupakan hubungan antara sistem manajemen perusahaan maupun hubungan antara sub sistem sistem informasi manajemen.

1.2     Rumusan Masalah
·         Apakah yang dimaksud Sistem?
·         Apa itu Integrasi sistem?
·         Apakah yang dimaksud Integrasi Sistem Informasi Manajemen?
·         Apasaja contoh dari Integrasi Sistem Informasi Manajemen?

1.3     Tujuan Pembahasan
·         Mengetahui pengertian Sistem dan Integrasi sistem.
·         Mengetahui contoh dari Integrasi Sistem Informasi Manajemen.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Sistem
Apa itu sistem? Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu.Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:
§  Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
§  Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
§  Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
§  Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
§  Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.

Komponen atau Karakteristik sistem adalah bagian yang membentuk sebuah sistem, diantaranya:
§  Objek, merupakan bagian, elemen atau variabel. Ia dapat berupa benda fisik, abstrak atau keduanya.
§  Atribut, merupakan penentu kualitas atau sifat kepemilikian sistem dan objeknya.
§  Hubungan internal, merupakan penghubungan diantara objek-objej yang terdapat dalam sebuah sistem.
§  Lingkungan, merupakan tempat dimana sistem berada.
§  Tujuan, Setiap sistem memiliki tujuan dan tujuan inilah yang menjadi motivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terkendali. Tentu tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
§  Masukan, adalah sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan tersebut dapat berupa hal-hal yang tampak fisik (bahan mentah) atau yang tidak tampak (jasa).
§  Proses, adalah bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai (informasi) atau yang tidak berguna (limbah)
§  Keluaran, adalah hasil dari proses. Pada sistem informasi berupa informasi atau laporan, dsb
§  Batas, adalah pemisah antara sistem dan daerah luar sistem. Batas disini menentukan konfigurasi, ruang lingkup atau kemampuan sistem. Batas juga dapat diubah atau dimodifikai sehingga dapat merubah perilaku sistem.
§  Mekanisme pengendalian dan umpan balik, digunakan untuk mengendalikan masukan atau proses. Tujuannya untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

2.2  Integrasi Sistem
Dalam suatu pengelolaan data, informasi, dan aplikasi, dibutuhkan adanya integrasi yang saling terkait dan berkesinambungan. Dalam hal ini ada 2 integrasi yang dilakukan, yaitu integrasi data dan integrasi proses.
Integrasi data merupakan proses penyatuan data untuk menjaga integritas data, mencegah duplikasi dan mencegah redundansi. Hal ini terutama untuk data-data yang menjadi referensi dari suatu aplikasi.



Manfaat  Integrasi Sistem :
IT integration mampu menjawab berbagai permasalahan umum yang sering terjadi di organisasi.Diantaranya adalah duplikasi data yang mengakibatkan integritas dan validitas data sulit terjaga.Selain itu kondisi aplikasi yang berbeda mengharuskan re-entry data di masing-masing aplikasi.
Perubahan proses bisnis yang tidak dapat segera disesuaikan dengan perubahan pada aplikasi juga menjadi suatu hambatan bagi organisasi untuk menyajikan informasi yang cepat, tepat dan akurat.
Integrasi proses memiliki keuntungan dalam mempertahankan legacy aplikasi yang sudah berjalan, dan memberikan value-added terhadap hal tersebut dengan mengintegrasikannya dengan aplikasi lain.
Integrasi juga memungkinkan penambahan suatu fitur dari aplikasi yang sudah ada, tanpa harus merombak total struktur aplikasi yang lama. Hal ini akan lebih hemat dari sisi cost dan lebih cepat dari sisi development dibandingkan harus membuat suatu aplikasi utuh yang baru.
Peningkatan kemampuan dalam berkompetisi adalah salah satu manfaat dari IT Integration. Manfaat-manfaat lain yang dapat dirasakan adalah layanan yang konsisten, penurunan biaya transaksi, dan kemudahan teknologi  informasi dalam beradaptasi terhadap perubahan bisnis.

2.3  Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi penjelasan transaksi, penjelasan status, dan informasi yang bersifat operasional lainnya.Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari.Lapisan ketiga terdiri dair sumber daya system informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen.Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen eksekutif.
Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.

2.4  Integrasi Sistem Informasi Manajemen
Tujuan utama dalam sistem informasi manajemen yaitu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemegang kepentingan dalam hal ini manajer maupu manajemen lainnya. Informasi itu sendiri adalah data yang sudah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan. Dalam sebuah perusahaan pekerjaan atau pembuatan informasi itu sangat rumit.
Pembuatan tersebut meliputi seluruh kegiatan perusahaan.Yaitu pada setiap unit kerja dalam perusahaan tersebut.Disinilah perlunya sistem informasi sehingga kegiatan perusahaan dapat dianalisis sebagai satu sistem informasi, dan unit-unitnya dipandang sebagai sub sistem.Dalam istilah ini deikenal sebagai pendekatan sistem.Unsur-unsur sistem informasi manajemen yang meliputi input, proses dan output.
Secara sederhana dikatakan bahwa sebuah sistem informasi menerima dan memproses data, dan kemudian mengubahnya sebagai informasi. Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem informasi manajemen. Berbagai sistem informasi dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara sesuai dengan keperluannya.
Tiap organisasi membagi pekerjaanya ke dalam bentuk fungsi-fungsi organisasi, seperti fungsi pemasaran, produksi, keuangan, personalia,dan lainnya. Setiap fungsi (unit) tersebut memerlukan data dan informasi dari unit lain atau dari luar organisasi untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya serta menghasilkan data dan informasi baik untuk disimpan sendiri maupun untuk didistribusikan ke unit-unit lain dalam organisasinya atau organisasi lain.
Karena kerja sama tersebut, maka unit yang bekerja dengan data dan informasi tersebut dapat dikatakan sebagai memiliki sistem informasi sendiri. Unit-unit lain dalam organisasi tersebut juga memiliki sistem informasi masing-masing.
Organisasi dapat dilihat sebagai satu sistem informasi, dengan demikian unit-unit kerja dalam organisasi bersangkutan akan menjadi subsistem-subsistem informasi, dan di dalam subsistem informasi akan terdapat subsistem informasi, demikian seterusnya sampai pada pekerjaan informasi dalam unit kerja yang terkecil.

Kegunaan integrasi dalam sistem informasi manajemen
Dalam perusahaan integrasi sistem informasi sangat diperlukan karena terdapat kegunaan yang dapat membantu manajemen seperti :
a.    Adanya kebutuhan untuk bekerja sama antar unit dalam perusahaan.
Dalam perusahaan yang terdiri dari berbagai unit tekadang antara satu unit dengan unit lainnya saling membutuhkan informasi baik mengenai harga transfer dan sebagainya.
b.    Terjadinya pengolahan data antar sistem informasi tiap bagian yang saling terkait, sehingga untuk melengkapi suatu informasi dibutuhkan pertukaran informasi dengan sistem yang lain. Dalam hal ini sangat memepengaruhi kelengkapan daripada informasi.
c.    Dapat memungkinkan penyediaan realtime pengaksesan data.

2.5  Contoh Integrasi Sistem Informasi Manajemen
Salah satu contoh integrasi sistem informasi di universitas adalah sistem e-learning.Sistem e-learning merupakan sebuah sistem yang menggabungkan media elektronik dan teknologi-teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan informasi dan juga komunikasi untuk mengembangkan pendidikan. 
Banyak nama lain untuk sistem ini seperti multimedia learning dan online education. Pada umumnya, sistem ini bersumber pada komputer dan penggunaan internet sebagai wadah penampung informasi-informasi yang dibutuhkan orang, dalam hal ini pihak universitas, untuk mempemudah mereka dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan universitas.
Sistem e-learning ini mencakup berbagai bentuk informasi baik berupa tulisan, suara, gambar, dan bisa juga berupa aplikasi teknologi lain yang berbasis teknologi. Penggunaan e-learningsebagai wadah informasi dapat menimbulkan masalah integrasi jika tidak ada suatu aplikasi pengelolaan data.Hal ini berarti jika aplikasi pengelolaan data atau administratif tidak digunakan, maka akan menambah biaya karena diperlukan pengelolaan data secara manual. Dampak yang muncul adalah semakin berkurangnya baik penerimaan sistem e-learning dalam masyarakat maupun  peluang untuk sistem dapat bertahan dan digunakan dalam skala besar.Hal ini memicu penggunaan suatu integrasi khusus untuk sistem ¬e-learning dengan menggunakan aplikasi administratif. Pihak universitas atau lembaga pendidikan yang menggunakan sistem e-learning yang bersangkutan juga mendapatkan keuntungan dengan adanya berbagai fungsi untuk mengakses informasi secara sendiri (tanpa tergantung pada komputer atau pihak lain secara manual).
Tujuan yang ingin dicapai dari penggunaan sistem administratif adalah untuk mencipatakan sebuah aplikasi e-learning yang befungsi serupa dengan sebuah pintu yang menyediakan akses ke berbagai informasi yang sesuai pada suatu pusat.Sistem harus menyediakan layanan dalam kuantitas yang besar seperti melakukan pengecekan terhadap bagian admisi mengenai ujian mahasiswa dan hasil dari ujian yang bersangkutan. Masalah utama yang dapat muncul dari banyaknya pihak yang bersangkutan ini adalah adanya kemungkinan identitas yang berbeda dari sistem lain.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan inovasi-inovasi yang biasanya muncul ketika integrasi antara administrasi dan perkuliahan semakin padat.Evaluasi dari seluruh hal yang terjadi dalam perkuliahan baik jumlah mata kuliah, jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah, dan hasil ujian dari mahasiswa memiliki pengaruh yang besar terhadap alokasi dari sumber-sumber yang ada.Hal ini mengindikasikan bahwa biaya untuk mencapai sistem yang diinginkan tersebut juga meningkat.Dengan adanya hal ini, beberapa infrastruktur harus siap untuk menerima masukan data dari layanan–layanan lain contohnya melalui kartu Binusian Flazz atau pun layanan informasi yang terdapat di Binusmaya.
Adanya peluang untuk pengembangan dalam pendidikan mengenai publikasi dan pengajaran material yang ada dalam perkuliahan memungkinkan material tersebut dapat dikelola oleh mahasiswa sendiri.Misalnya, melalui Binusmaya mahasiswa dapat menggunakan fungsi download untuk mendapatkan material yang berkaitan dengan perkuliahan.Selain sistem e-learning, akses ke perpustakaan digital dan sistem manajemen konten juga menggunakan sistem administrative. Dengan demikian, kinerja universitas dalam mengelola informasi akan semakin mudah dan terstruktur sehingga tidak akan memakan banyak waktu dalam pengolahan data.












BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
·         Sistem e-learning merupakan solusi yang lebih baik dalam melakukan integrasi data di lingkungan aplikasi sistem informasi jika digunakan bersama dengan sebuah sistem administratif yang mumpuni. Jika tidak ada sistem administratif, maka biaya dan kesalahan terhadap sistem e-learning tak dapat terelakkan karena masih banyaknya hal yang diinput secara manual dan juga adanya batasan-batasan yang tidak bisa dikerjakan oleh sistem secara sendiri
·         Dengan adanya e-learning di tingkat aplikasi sistem informasi untuk mengintegrasikan data, maka data yang diolah menjadi lebih akurat dikarenakan setiap aplikasi sistem informasi yang ada memiliki sinkronisasi data dengan aplikasi lainnya.

3.2 Saran
Integrasi sistem dijaman sekarang ini menurut saya sangat penting, jadi semoga pengintegrasian system yang sudah ada dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat dan lebih banyak lagi sistem-sistem yang belum terintegrasi dapat menjadi terintegrasi.










DAFTAR PUSTAKA

Artikel “Pengertian dan Definisi Sistem”.http://jagatsisteminformasi.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-dan-definisi-sistem.html. Diakses pada 30 Oktober 2016.
Rizka Gustikasari. Artikel “Integrasi Sistem dan Manfaatnya”.http://gustikasarizka.blogspot.co.id/2011/03/integrasi-sistem-dan-manfaatnya.html. Diakses pada 30 Oktober 2016.
Sukman. Artikel “Integrasi Sistem Informasi Manajemen”. http://sukman21.blogspot.co.id/2015/05/integrasi-sistem-informasi-manajemen.html. Diakses pada 30 Oktober 2016.
Rizkys Ninda. Makalah “Integrasi Sistem Informasi Pada Universitas”. http://rizkyisninda.blog.binusian.org/integrasi-sistem-informasi-pada-universitas. Diakses pada 31 Oktober 2016.