MAKALAH
SISTEM INTELEJEN BISNIS
Disusun
Oleh :
NAMA : MUHAMMAD ROZIKIN
NIM : 2115R1075
JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA
STMIK HIMSYA SEMARANG
TAHUN AJARAN 2017
KATA
PENGANTAR
Dengan menyebut nama
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji
syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Sistem Intelijen Bisnis.
Makalah ini telah kami
susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga
dapat memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk itu kami menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan
makalah ini.
Terlepas dari semua
itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segara saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini.
Akhir kata kami
berharap semoga makalah tentang Sistem
Intelijen Bisnisini dapat memberikan manfaat terhadap pembaca.
Semarang,
28 Desember 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar ........................................................................................................ i...........
Daftar isi ................................................................................................................ ii
Bab I. Pendahuluan ................................................................................................. 1
Daftar isi ................................................................................................................ ii
Bab I. Pendahuluan ................................................................................................. 1
1.1 Latar belakang ........................................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan pembahasan ................................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan pembahasan ................................................................................... 1
Bab
II. Pembahasan ................................................................................................ 2
2.1 Sistem Intelijen
Bisnis................................................................................
2
2.2 Sejarah ....................................................................................................... 3
2.4 Komponen dan Tujuan...............................................................................
4
2.5 Aktivitas dan
Prinsip..................................................................................
5
2.6 Aspek Kualitas dan
Aspek Pengguna........................................................
7
2.7 Tantangan .................................................................................................. 9
Bab
III. Penutup ................................................................................................... 10
3.1 Simpulan ................................................................................................... 10
3.2 Saran ......................................................................................................... 10
3.2 Saran ......................................................................................................... 10
Daftar
pustaka ....................................................................................................... 11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sering kali kita mendengar istilah
intelijen bisnis atau lebih terkenal dengan Bussiness Intelligence( BI ). Apakah
itu? intelijen bisnis sebenarnya merupakan pengolahan data yang
khusus untuk informasi bisnis. Intelijen bisnis mempunyai komponen berupa
seperangkat teori , metodologi , proses , arsitektur , dan teknologi yang mampu
mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna dan berguna untuk tujuan
bisnis.
Intelijen bisnis dapat menangani
sejumlah besar informasi untuk membantu mengidentifikasi dan mengembangkan
peluang baru dalam dunia bisnis. Dengan memanfaatkan intelijen bisnis, kita
akan bisa mendapatkan peluang baru dan menerapkan strategi yang efektif
sehingga mampu menghasilkan keuntungan pasar kompetitif dan stabilitas jangka
panjang.
Dengan bantuan Teknologi Informasi,
intelijen bisnis mampu memberikan gambaran tentang sejarah operasi bisnis,
kondisi bisnis saat ini dan prediksi operasi bisnis dimasa datang. Fungsi umum
dari teknologi intelijen bisnis adalah melaporkan , pengolahan analisis online,
data mining , data mining , pengolahan informasi kompleks , bisnis manajemen
kinerja, analisis prediktif dan analisis preskriptif .
1.2
Rumusan
Masalah
·
Bagaimana pengertian Sistem
Intelijen Bisnis?
·
Bagaimana tujuan dari
Sistem Intelijen Bisnis?
·
Bagaimana aktivitas
Sistem Intelijen Bisnis?
·
Bagaimana tantangan Sistem
Intelijen Bisnis?
1.3
Tujuan
Pembahasan
·
Mengetahui pengertian
Sistem Intelijen Bisnis.
·
Mengetahui tujuan dan
prinsip Sistem Intelijen Bisnis.
·
Mangetahui aktivitas
dan tantangan dalam Sistem Intelijen Bisnis.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Sistem
Intelijen Bisnis
Inteligensi Bisnis (IB) adalah sekumpulan teknik dan alat untuk
mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna
untuk tujuan analisis
bisnis.
Teknologi IB dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah yang sangat
besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain itu membuat
kesempatan strategi bisnis yang baru. Tujuan dari IB yaitu untuk memudahkan
interpretasi dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi kesempatan
yang baru dan mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan
wawasan dapat menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang kompetitif dan
stabilitas jangka panjang.[1]
Teknologi IB menyediakan riwayat, pandangan sekarang dan
prediksi dari operasi bisnis. Fungsi-fungsi umum dari teknologi inteligensi
bisnis adalah pelaporan, pemrosesan analisis daring, analitis, penggalian data, penggalian
proses,
pemrosesan kejadian kompleks, manajemen performansi bisnis, pengukuran, penggalian
teks,
analitis
prediktif
dan analitis
preskriptif.
IB dapat digunakan untuk mendukung
sejumlah besar keputusan bisnis mulai dari operasi sampai strategis. Keputusan
operasi termasuk penempatan dan harga produk. Keputusan strategis termasuk
prioritas, tujuan dan arah pada tingkat yang lebih luas. Pada semua kasus, IB
lebih efektif bila digabungkan dengan data yang didapat dari pasar tempat
perusahaan beroperasi (data eksternal) dengan data dari sumber internal bisnis
perusahaan seperti data operasi dan finansial (data internal). Bila
digabungkan, data eksternal dan internal bisa menyediakan gambaran yang lebih
lengkap, yang efeknya, menciptakan "inteligensi" yang tidak dapat
diturunkan dari kumpulan data tunggal manapun.
Menurut Richard Coombs Intelijen Bisnis adalah
sebuah alternatif terminologi bagi Competitive Intelligence. Definisinya
adalah kegiatan-kegiatan monitoring lingkungan eksternal sebuah perusahaan
untuk mendapatkan informasi yang relevan bagi proses pembuatan kebijakan
perusahaan tersebut. (Richard Coombs ,Competitive intelligence handbook.
University Press ofAmerica, Bab I).
Edward David
(2000) berpendapat bahwa evolusi Sistem Informasi Eksekutif dan DSS telah
berkembang menjadi konsep Business Intelligence (Intelejen Bisnis),
yaitu suatu cara untuk mengumpulkan, menyimpan, mengorganisasikan, membentuk
ulang, meringkas data serta menyediakan informasi, baik berupa data aktifitas
bisnis internal perusahaan, maupun data aktifitas bisnis eksternal perusahaan
termasuk aktifitas bisnis para pesaing yang mudah diakses serta dianalisis
untuk berbagai kegiatan manajemen.
2.2
Sejarah
Sistem Intelijen Bisnis
Istilah "Inteligensi Bisnis" awalnya ditemukan
oleh Richar Millar Devens dalam "Cyclopedia of Commercial and Business
Anecdotes" pada tahun 1865. Devens menggunakan istilah tersebut untuk
menjelaskan bagaimana seorang bankir, Sir Henry Furnese, mendapatkan profit
dengan memainkan informasi tentang lingkungannya, sebelum kompetitornya. "Sepanjang
Holandia, Flanders, Perancis, dan Jerman, dia memelihara rentetan inteligensi
bisnis yang komplet dan sempurna.
Berita-berita dari banyak pertempuran pertama kali diterima
olehnya, dan jatuhnya Namur menambah keuntungannya, berkat penerimaan paling
awal dari berita."(Devens, (1865), p. 210).Kemampuan untuk
mengumpulkan dan bereaksi berdasarkan informasi yang diterima, suatu kemampuan
yang Furnese sangat handal, sampai sekarang masih menjadi jantung dari IB.[3]
Dalam artikel tahun 1958, peneliti dari IBMHans
Peter Luhn
menggunakan istilah inteligensi bisnis. Dia menggunakan definisi kamus Webster
tentang inteligensi: "kemampuan untuk memahami hubungan mendalam dari
fakta yang ada dengan suatu cara sebagai panduan aksi terhadap tujuan yang
diinginkan." [4]
Inteligensi bisnis seperti yang dipahami sekarang dikatakan
telah berkembang dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang mulai dari tahun
1960-an dan berkembang sepanjang pertengahan 1980-an. SPK berasal dari model
dibantu-komputer yang dibuat untuk membantu dalam pembuatan
keputusan
dan perencanaan. Dari SPK, gudang data, Sistem Informasi
Eksekutif,
OLAP dan inteligensi bisnis muncul
menjadi fokus pada akhir 80-an.
Di tahun 1988, konsorsium Itali-Belanda-Prancis-Inggris
melaksanakan pertemuan internasional tentang Analisis Data Ragamcara di Roma.[5]
Tujuan utamanya yaitu untuk mereduksi beragam dimensi menjadi satu atau dua
(dengan mendeteksi pola pada data) yang dapat dipresentasikan pada
pembuat-keputusan manusia.
Pada tahun 1989, Howard Dresner (kemudian sebagai analis Gartner
Group)
mengajukan "inteligensi bisnis" sebagai istilah umum untuk
menjelaskan "konsep dan metode untuk meningkatkan pembuatan keputusan
bisnis dengan menggunakan sistem bantu berdasar-fakta.[6] Baru pada akhir 1990-an penggunaan ini menyebar luas.[7]
2.3
Komponen
dan Tujuan Sistem Intelijen Bisnis
Inteligensi Bisnis dibangun dari sejumlah komponen termasuk:
- Alokasi dan agregasi multidimensi
- Denormalisasi, penandaan dan standarisasi
- Pelaporan seketika dengan peringatan analitis
- Sebuah metode antarmuka terhadap sumber data tak terstruktur
- Perkiraan konsolidasi grup, anggaran dan perpindahan (pegawai)
- Inferensi statistik dan simulasi probabilitas
- Optimisasi kunci indikasi performansi
- Pengontrolan versi dan manajemen proses
- Manajemen item terbuka
Bisnis intelijen dapat diterapkan
untuk tujuan bisnis berikut , dalam rangka mendorong nilai bisnis .
1 . Pengukuran – aplikasi/ program yang mampu menciptakan
hirarki metrik kinerja dan benchmarking yang menginformasikan pemimpin bisnis
tentang kemajuan menuju tujuan bisnis.
2 . Analytics - aplikasi/ program yang mampu membangun
proses kuantitatif untuk bisnis untuk sampai pada keputusan yang optimal dan
untuk melakukan bisnis penemuan pengetahuan . Pada proses analisis ini, sering
melibatkan : data mining , data proccess , analisis statistik , analisis
prediktif , pemodelan prediktif , pemodelan proses bisnis , pengolahan
informasi kompleks dan analisis preskriptif .
3 . Pelaporan - aplikasi/ program yang mampu membangun
infrastruktur untuk pelaporan strategis untuk melayani manajemen strategis
bisnis, bukan pelaporan operasional . Sering melibatkan visualisasi data ,
sistem informasi eksekutif dan OLAP .
4 . Kolaborasi / platform kolaborasi - aplikasi/ program
yang mampu mendapat area yang berbeda ( baik di dalam dan di luar bisnis )
untuk bekerja sama melalui berbagi data dan pertukaran data elektronik .
5 . Pengetahuan manajemen - aplikasi/ program yang mampu
membuat data perusahaan didorong melalui strategi dan praktek untuk
mengidentifikasi, menciptakan , merepresentasikan , mendistribusikan, dan
memungkinkan adopsi wawasan dan pengalaman yang pengetahuan bisnis sejati .
Selain di atas , intelijen bisnis juga dapat memberikan
pendekatan pro-aktif , seperti fungsi alarm untuk mengingatkan segera untuk
pengguna aplikasi. Ada banyak jenis peringatan, misalnya jika beberapa nilai
bisnis melebihi nilai ambang jumlah dalam laporan, maka intelijen bisnis akan
memberikan peringatan dan analis bisnis bisa menjadi lebih waspada .
Kadang-kadang mail alert akan dikirim ke pengguna juga.
2.4
Aktivitas
dan Prinsip Sistem Intelijen Bisnis
Business
Intelligence menyakut
berbagai aktifitas diantaranya;
- Studi perusahaan pesaing produk sejenis dan strategi memenangkan persaingan.
- Mengelola informasi mengenai data statistik pelanggan potensial, area potensial, kondisi ekonomi, sosial budaya dan politik lingkungan dunia usaha.
- Pengamatan daerah operasi bisnis untuk kepentingan strategis perusahaan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal perusahaan.
- Analisa Pasar mengenai jumlah dan area peredaran produk yang diminati oleh pelanggan, ancaman dan peluang yang ada, masa depan produk, tendensi pasar dll.
Cliff
Nelson (1997)
dari PT. Oracle Indonesia menjabarkan prinsip-prinsip Business
Intelligence dibangun berdasarkan
karakteristik-karakteristik baru, yaitu:
- Keterbukaan : Kemajuan konsep-konsep bisnis seperti E-Commerce, E-Business atau E-Government, menuntut adanya peningkatan nilai keterbukaan informasi, salah satunya disebabkan oleh pemanfaatanWorld Wide Web (WWW) di dunia internet yang berdampak pada tuntutan bagi para pimpinan perusahaan untuk senantiasa menyajikan dan sekaligus melindungi kepemilikan informasi rahasia perusahaan, melalui aplikasi-aplikasi teknologi yang tepat guna. Selain itu juga dapat membantu manajemen puncak untuk menggunakan Business Intelligence dengan cara tak terbatas dalam menjalankan manajemen bisnis sehari-hari. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pelanggan dan pengguna internet di Indonesia yang pada tahun 2003 diperkirakan mencapai 800.000 pelanggan dan 7.550.000 pengguna, dengan dukungan sekitar 135 ISP (Internet Service Provider) – sumber : APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)
- Sensitivitas Waktu : Dengan diimplementasikan konsep on-line computing dilingkungan perusahaan untuk mendukung proses bisnisnya, maka kebutuhan akan informasi menjadi bersifat peka waktu (time-sensitive). Seperti inilah yang dituntut oleh seorang pimpinan perusahaan modern untuk mengelola rangkaian entitas bisnis, karena eratnya relevansi waktu dengan informasi operasional yang akurat dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
- Ketepatan : Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsipBusiness Intelligence dalam sebuah computer networkdiperlukan ketepatan data atau informasi, baik yang bersumber dari internal maupun dari eksternal perusahaan, sehingga sangat dimungkinkan suatu perusahaan benar-benar dengan mudah mengekstraksi informasi secara on-line dengan tepat, seperti prakiraan penjualan, logistik dan manajemen mata rantai suplai, tingkah laku dan kepuasan konsumen, analisa biaya dan manajemen finansial, perencanaan sumberdaya manusia dan pengembangan produk.
- Saling Ketergantungan : Untuk benar-benar efisien dan terdepan dalam persaingan bisnis, para pemimpin bisnis perlu untuk mengikuti perkembangan di sekitar perusahaannya. Bukan hanya perkembangan yang terjadi di dalam perusahaan sendiri, tetapi juga perkembangan di luar perusahaannya, termasuk di dalamnya mitra bisnis, pelanggan dan pemasok. Dengan adanya tingkat ketergantungan tersebut, manajemen puncak perlu menjaga mitra bisnis mereka dalam suatu extended enterprise, yang selalu mengikuti segala gerakan-gerakan strategis yang menentukan arah bisnis.
- Tipe Data : Pandangan tradisional, bahwa informasi korporat kebanyakan berbasis teks (text-based)merupakan pandangan yang sudah usang, karena kenyataan yang ada saat ini pangkalan data atau Data Warehousing di suatu perusahaan tidak dibatasi hanya berupa data tekstual, akan tetapi terdiri dari berbagai tipe data dengan format yang berbeda, seperti video, audio, tekstual dan data spasial. Hal ini tentu meningkatkan kekayaan informasi dari manajemen informasi perusahaan dan sejalan dengan tuntutan dalamBusiness Intelligence, karena keberadaannya telah memperluas batas-batas analisa dan presentasi data untuk mendukung sistem informasi eksekutif, apalagi data multimedia tersebut ditampilkan dengan berbasis internet. Oleh karena itu para desainer Business Intelligence System perlu mewaspadai perkembangan ini, agar Executive information layer dapat memanfaatkan beragam tipe data tersebut dan menggunakannya untuk meyakinkan dalam proses pengambilan keputusannya.
2.5
Aspek
Kualitas dan Aspek Pengguna
Aspek kualitas dalam inteligensi bisnis harus mencakup semua proses dari
sumber data sampai pelaporan akhir. Pada setiap langkah, gerbang kualitas-nya berbeda:
- Sumber data:
o Standarisasi data: agar data dapat
dibandingkan (unit yang sama, pola yang sama, dsb.)
o Pemrofilan data: memeriksa nilai
yang salah atau kosong
o Kelengkapan: memeriksa apakah semua
data telah dimuat
o Konsistensi antara sumber: memeriksa
data konsolidasi terhadap sumber
- Pelaporan:
o indikator keunikan: hanya satu kamus
indikator yang dibagikan
o Akurasi formula: formula pelaporan
lokal harus dihindari atau diperiksa
Aspek
pengguna
Beberapa pertimbangan harus dibuat dengan tujuan supaya
sukses mengintegrasikan penggunaan dari sistem inteligensi bisnis dalam sebuah
perusahaan.Pada akhirnya sistem IB harus diterima dan digunakan oleh pengguna
supaya bernilai bagi perusahaan.[25]
Jika usabilitas dari sistem sangat buruk, para
pengguna bisa frustasi dan menghabiskan banyak waktu memahami bagaimana cara
menggunakan sistem atau mungkin tidak benar-benar bisa menggunakan sistem. Jika
sistem tidak memberikan nilai tambah bagi misi pengguna, mereka tidak
menggunakannya.[26]
Untuk meningkatkan penerimaan pengguna terhadap suatu sistem
IB, disarankan untuk mengkonsultasikan pengguna bisnis pada tahap awal siklus
GD/IB, sebagai contohnya pada fase pengumpulan kebutuhan.[25]
Hal ini bisa menyediakan wawasan terhadap proses bisnis dan apa yang pengguna butuhkan dari
sistem IB. Ada beberapa metode untuk mengumpulkan informasi ini, seperti
kuesioner dan sesi wawancara.
Saat mengumpulkan kebutuhan dari pengguna bisnis, departemen
IT lokal juga harus diikutkan untuk menentukan sampai mana kemungkinan memenuhi
kebutuhan bisnis berdasarkan data yang ada.[25]
Menggunakan pendekatan berpusat pada pengguna selama tahap
perancangan dan pengembangan bisa meningkatkan kesempatan adopsi bagi pengguna
sistem IB.[26]
Selain
berfokus pada pengalaman user yang diberikan oleh aplikasi IB, juga memungkinkan
memotivasi pengguna menggunakan sistem dengan menambahkan elemen
kompetisi.Kimball [25] menyarankan mengimplementasikan suatu fungsi pada portal
situs IB di mana laporan tentang penggunaan sistem bisa ditemukan.Dengan
melakukan hal tersebut, manajer bisa melihat bagaimana departemennya bekerja
dan membandingkan dirinya dengan yang lainnya dan hal ini bisa memacu mereka
untuk mendorong staf mereka menggunakan sistem IB lebih sering.
Dalam sebuah artikel tahun 2007, H. J. Watson memberikan
sebuah contoh bagaimana elemen kompetitif dapat berguna sebagai sebuah
insentif.[27]
Watson menjelaskan bagaimana suatu pusat panggilan mengimplementasikan dasbor
performansi untuk semua agen panggilan, dengan bonus insentif perbulan
dikaitkan dengan metrik performansi. Juga, agen dapat membandingkan performansi
mereka dengan anggota tim lainnya. Implementasi dari tipe pengukuran
performansi ini dan kompetensi secara signifikan meningkatkan performansi agen.
Kesempatan sukses untuk IB dapat ditingkatkan dengan
mengikutkan senior manajemen untuk membantu membuat IB sebagai bagian dari kultur organisasi, dan dengan menyediakan pengguna
dengan alat-alat yang berguna, pelatihan, dan dukungan.[27] Pelatihan mendorong lebih banyak orang menggunakan aplikasi
IB.[25]
Menyediakan bantuan pengguna sangat diperlukan untuk menjaga
sistem IB dan menyelesaikan permasalahan pengguna.[26]
Dukungan pengguna dapat diikutkan dengan berbagai cara, sebagai contohnya
dengan membuat sebuah situs. Situs tersebut harus memiliki isi yang bagus dan
alat untuk mencari informasi yang diperlukan.Lebih lanjut, dukungan helpdesk
bisa digunakan.Help desk bisa dijalankan oleh pengguna ahli atau tim
proyek GD/IB.[25]
2.6
Tantangan
dalam Sistem Intelijen Bisnis
Ada beberapa tantangan dalam mengembangkan IB dengan data
semi-terstruktur. Menurut Inmon dan Nesavich,[36]
beberapa diantaranya yaitu:
- Secara fisik mengakses data tekstual tak-terstruktur - data tak terstruktur disimpan dalam berbagai format.
- Terminologi - Di antara peneliti dan analis, ada kebutuhan untuk mengembangkan termilogi yang standar.
- Volume data - Sebagaimana yang dinyatakan sebelumnya, sampai 85% dari semua data yang ada adalah semi-terstruktur. Gabungkan hal tersebut dengan kebutuhan untuk analisis semantik dan kata-per-kata.
Pencarian dari data tekstual tak-terstruktur - Pencarian
sederhana pada beberapa data, misalnya apel, menghasilkan tautan yang memiliki
acuan terhadap istilah yang dicari.[36] Sebagai contoh: "suatu pencarian dilakukan untuk
istilah tindak pidana. Dalam pencarian sederhana, istilah tindak pidana
digunakan, dan di mana pun ada suatu acuan ke kata tindak pidana, sampai pada
dokumen tak terstruktur.Tapi pencarian yang sederhana adalah kasar.Ia tidak
menemukan referensi ke kriminal, aksi pembakaran, pembunuhan, penggelapan,
kematian karena tabrakan, dan lainnya, walaupun jenis kejahatan ini adalah tipe
dari tindak pidana."
BAB
III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Intelijen bisnis adalah sekumpulan teknik dan alat
untuk mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan
bermakna untuk tujuan analisis
bisnis.Tujuan
dari IB yaitu untuk memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar
tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu
strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu
keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka panjang. Intelijen
bisnis mempunyai karakteristik : keterbukaan, sensitivitas waktu, ketepatan,
saling ketergantungan, dan tipe data.
Berbagai aktifitas dalam intelijen bisnis antara lain : Studi
perusahaan pesaing produk sejenis dan strategi memenangkan persaingan, Mengelola
informasi mengenai data statistik pelanggan potensial, area potensial, kondisi
ekonomi, sosial budaya dan politik lingkungan dunia usaha, Pengamatan daerah
operasi bisnis untuk kepentingan strategis perusahaan untuk mengantisipasi
perubahan lingkungan eksternal perusahaan, Analisa Pasar mengenai jumlah dan
area peredaran produk yang diminati oleh pelanggan, ancaman dan peluang yang
ada, masa depan produk, tendensi pasar dll.
3.2
Saran
Mempelajari
lebih dalam mengenai sistem intelijen bisnis, karena hal ini akan sangat
berguna bagi perusahaan, dimana perusahaan jaman sekarang mulai mempelajari
tren pasar dan pola hidup konsumen. Sehingga dengan mempunyai sistem intelijen
bisnis yang baik maka diharapkan bisnis perusahaan akan menjadi lebih baik
pula.
DAFTAR
PUSTAKA
Inteligensi Bisnis.
https://id.wikipedia.org/wiki/Inteligensi_bisnis/.
Diakses pada 28 Desember 2016.
Niku
Niku Niko Radino. Artikel “Sistem
Intelegen Bisnis”. http://kj-jogja.blogspot.co.id/2013/10/sistem-intelegen-bisnis.html. Diakses pada 28 Desember 2016.
Agustinus
Darto Iwan setiawan.Artikel“Intelijen Bisnis (Bussiness Intelligence)”.
http://myjavalamp.blogspot.co.id/2013/09/intelijen-bisnis-bussiness-intelligence.html.
Diakses pada 28 Desember 2016.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar